keputusankuCategory: titik waktu | 1 Comment |
9 05 2008 |
yang terpenting bagiku sekarang adalah menjaga kedua orang tuaku. wanita yang telah melahirkan dan mendidik aku, yang tetap menangis ketika melihat diriku terluka, yang terus menasehatiku dengan petuah-petuahnya. lelaki yang telah menjagaku siang dan malam, yang melewati hari-harinya untuk mencari sesuap nasi untukku, yang telah menuntun sebuah sepeda bekas sepanjang jalan diterik aspal, untukku, hadiah […]
tak kutemukan siapaCategory: titik waktu | 1 Comment |
9 05 2008 |
hingga 2000
masih jelas tergambar dalam buaian, lebih setahun. gelegar suara memekakkan telinga, suara itu bersumber dari seseorang berpostur sangat besar yang sedang menggelundungkan tong raksasa nun jauh di atas sana tebakku, belum genap tiga tahun.
empat setengah tahun puas menyusu pada ibunda terkasih, hasrat diri masuk sekolah bermain. pada tengah tahun ajaran. daun salah kuwarnai. tanah […]
mereka tak layak memimpinkuCategory: cerita | Leave a Comment |
9 05 2008 |
bangun pagi. secangkir kopi siap menemani, sebatang rokok terselip di bibir. tergeletak koran lokal di atas meja ruang tamu pada sebuah rumah kontrakan yang juga merangkap menjadi kantor alakadarnya. headline halaman pertama terpampang potret delapan orang lelaki tersenyum seraya mengangkat tangan membentuk sebuah rangkaian. dimanis-maniskan. dipatut-patutkan. dipaksakan. yang tampak bagiku menyeringai, seperti serigala yang akan […]